Akselerasi Netizen Indonesia (2)

Kini citizen dewasa telah sadar untuk memastikan kepada generasi penerus mereka, agar siap menghadapi masa depannya. Mereka memberikan support dan fasilitas sepenuhnya demi menyiapkan generasi penerus menjemput kesempatan serta menciptakan peluang di hari ini dan esok.

Seperti ungkapan Anies Baswedan (mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI 2014-2016), bahwa dukungan yang perlu diberikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan zamannya.

Maka pendidikan hari ini seharusnya sesuai dengan kebutuhan hari esok serta penguatan karakter nasional untuk menjawab tantangan heterogenitas citizen global.

Tentu saja, mereka harus dibekali dengan karakter dan etos keindonesiaan yang sesuai dengan Pancasila. Pendidikan harus menjadi sarana tepat untuk membentuk karakter manusia Indonesia.

Citizen Indonesia seharusnya berkarakter keindonesiaan, artinya  mempunyai karakter sesuai budaya Indonesia. Selaras dengan pandangan Daoed Joesoef (mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 1978-1983), pendidikan telah menjadi sarana untuk meneruskan, mempertahankan, dan mengolah kebudayaan sebagaimana budaya telah menjadi jiwa dari pendidikan itu sendiri.

Etika dan moral seseorang ketika berinteraksi dengan orang lain adalah cerminan identitas nasionalnya. Sikap kesopan santunan, kekeluargaan, saling bertegur sapa, saling membantu, saling menghormati, rasa welas asih, serta moral keindonesiaan lainya, harus dikenal oleh warga global sebagai ciri khas citizen Indonesia.

Manusia Indonesia yang menjadi citizen dan netizen global tidak harus menjadi seperti mereka yang dianggap kekinian, tetapi tidak mencerminkan identitas keindonesiaan. Cukup menjadi diri sendiri yang berkepribadian Indonesia, mengenalkan pada warga global bahwa kita Indonesia yang berkepribadian Pancasila.

Inilah bagian dari kontribusi kita untuk memajukan diri, memajukan kebudayaan bangsa Indonesia sebagai kunci kemajuan negara di kancah global.

Selamat tahun baru dengan harapan baru. Menjadi pribadi dengan optimisme baru, demi  menyongsong ketidakpastian masa depan dengan semangat yang lebih baru setiap harinya.

Lamatut Durori

Lamatut Durori

Pendidik di Surabaya, lulusan Pendidkan Bahasa Inggris pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya. Email: lamatutdurori@gmail.com.