Ancaman Masa Depan Anak-Anak Kita

Anak-anak, seperti puisi. Ia akan selalu dan nampak indah. Tingkah polahnya, keluguannya, aksi kocak yang dibuatnya membuat kita mengerti bahwa dunia memang indah. Di sosoknya, kita melihat harapan, di pundaknya kita menaruh masa depan. Tapi, ada tabir gelap saat melihat anak-anak di Indonesia.

Liputan BBC Indonesia (2/1/2018) menurunkan kabar bahwa di 10 destinasi pariwisata Indonesia ditemukan kasus kejahatan seksual anak. Salah satu penyebabnya adalah banyak anak di bawah umur yang dipekerjakan di tempat pariwisata. Orang tua lebih memandang keuntungan ekonomis ketimbang memikirkan pariwisata yang lebih ramah anak.

Para predator anak menjadi ancaman yang terus mengintai anak-anak Indonesia. Tak hanya di dalam negeri, kini mereka pun berjejaring sampai ke luar negeri. Beberapa waktu lalu kita juga dihebohkan oleh pembuatan video seks yang dibuat oleh anak jalanan di Bandung.

Hukuman kebiri seperti belum sepenuhnya mampu untuk mengerem para predator anak ini. Mereka seperti sudah tak memiliki nurani. Tak ada lagi ketakutan mereka terhadap penjara, mereka seperti sudah terjangkit kecanduan terhadap perbuatan haram ini. Bila dulu kita menemukan para predator anak ini sering memburu perempuan, kini mereka mencari anak laki-laki pula untuk menjadi korbannya.

Mereka tak melihat lagi kepolosan anak-anak. Mereka tak melihat bahwa anak memiliki jalan panjang di masa yang akan datang. Nafsu dan kepuasan itulah yang dikejar para pedofil ini. Ada dugaan bahwa karena anak cenderung tak bisa melawan banyak, sehingga anak-anak rentan menjadi korban kejahatan seksual.

Di Indonesia, terlampau banyak jumlah anak-anak yang terlantar, tak terurus, hidup di jalanan dan tak memiliki kehidupan yang jelas. Kehadiran panti asuhan, hingga tempat-tempat penampungan belum sepenuhnya bisa menerima banyaknya anak-anak yang terlantar ini.

Di era sekarang, teknologi ikut pula mempengaruhi meningkatnya jumlah korban kejahatan seksual yang menimpa anak-anak kita. Para predator anak ini, sekali lagi terus-menerus mencari akal untuk menjebak dan mengincar anak-anak kita. Nalar mereka sudah mati, sehingga hukum pun seperti tak mampu untuk mencegah mereka. Karena itulah, tanggungjawab kita bersama untuk mencegah, dan melindungi masa depan anak-anak kita.

Arif Yudistira

Arif Yudistira

Pendidik di SMK Kesehatan Citra Medika, pernah mengajar di MIM PK Kartasura. Email: arif_love_cinta@yahoo.co.id

Satu tanggapan untuk “Ancaman Masa Depan Anak-Anak Kita

  • Avatar
    11 Januari 2018 pada 7:02 am
    Permalink

    Kita pemerhati pendidikan anak sama- sama sangat prihatin. Karena seperti lingkaran, yang sulit diurai, maka memang harus ada satu pemahaman tentang pendidikan anak, satu langkah yang sama dari semua komponen termasuk stake holder dalam memfasilitasi, mengedukasi dan memberi sanksi pada pelanggar pendidikan. Semoga menjadi perhatian semua pihak, lebih utama adalah keluarga (ayah dan bunda).

Komentar ditutup.