Demo yang Tak Membawa Isi Tas

Suguhan aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa di hampir semua kota di Indonesia, menyembuhkan dahaga kita terhadap heroisme mahasiswa aktivis.

Periode pertama kepemimpinan Jokowi, sepi sekali dari aksi demonstrasi mahasiswa. Mungkin, mereka sedang istrihat sambil menyaksikan presiden sipil, bertahta di negara yang puluhan tahun sebelumnya dipimpin presiden militer.

Namun, belakangan mahasiswa seperti singa yang keluar dari sarangnya, mengecam berbagai kebijakan pemerintah yang dipimpin oleh presiden sipil. Ternyata, presiden dari militer ataupun sipil sama saja, tak ada pembeda, yang memungkin kekuasaan jauh dari praktik pemerkosaan dan kekerasan terhadap kebebasan warga negaranya.

Rancangan Undang-Undang hasil kolaborasi pemerintah dan anggota dewan yang belakangan tak memuaskan publik, menjadi penyulut emosi mahasiswa aktivis, untuk turun ke jalan menyampaikan gagasan tentang tata dan cara mengelola negara secara waras.

Meski, pada kenyataannya, di lapangan berjubel mahasiswa pro dan kontra pada setiap undang-udang yang digugat publik.

Tetapi kita tetap menitipkan harapan, pada mereka yang berdemo dengan membawa integritas bukan isi tas (duit).

Setiap masa, memiliki alur sejarahnya masing-masing. Setiap masa selalu hadir sosok baru, dengan mimpi dan harapannya yang besar tentang masa depan republik.

Kita tak perlu khawatir, tidak ada lagi orang baik. Orang baik selalu ada di mana- mana. Meskipun juga sama, orang jahat selalu ada di mana-mana.

Kita sedang berjalan, untuk terus melawan yang tak baik. Ketakbaikan itu, kadang selalu bercokol pada mereka yang memiliki kuasa.

Karenanya, sebaik apapun kekuasaan itu, harus selalu dikontrol. Supaya kepercayaan tidak berbuah petaka, yang deritanya dirasakan secara massal oleh semua.

Masduri

Masduri

Lulusan filsafat pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya. Email: masduri_as@yahoo.co.id.