Di Balik Pidato Indonesia Bubar Prabowo

Beberapa hari yang lalu, jagat Indonesia dibuat terhentak oleh pernyataan Prabowo Subianto. Pasalnya, dalam pidato politiknya, Prabowo menyebutkan, bahwa pada tahun 2030 mendatang, Indonesia akan bubar. Pernyataan prabowo tersebut sontak menuai berbagai tanggapan dari publik. Di antara mereka ada yang menangapinya secara serius, dan ada pula yang nyinyir, menilai pidato Prabowo sebagai bahan tawa.

Belakangan diketahui, pidato Indonesia bubar dari seorang Prabowo adalah kutipan dari sebuah karya fiksi, berjudul, Ghost Fleet: a Novel of The Next World War. Karya tersebut ditulis oleh seorang pengamat politik dan kebijakan ternama asal Amerika Serikat, Peter Warren Singer dan August Cole yang terbit di Amerika Serikat, tahun 2015. Meski, sebatas Novel, karya ini dipandang sebagai blue print untuk meneropong perang ekonomi masa depan, yang belibatkan AS dan China.

Atas fakta tersebut, banyak pihak yang menyebut pidato Prabowo sebagai pembacaan tak mendasar. Apalagi hanya berlandaskan pada karangan fiksi yang tidak memiliki bukti, data, dan dasar ilmiah yang kuat. Prediksi Indonesia  bubar hanya ada di dunia maya, ada dalam kisah-kisah hayalan, hanya ada dalam karangan fiksi. Sama sekali tidak ada, atau bahkan tak akan pernah terjadi di Indonesia.

Sampai di sini, barangkali kita akan bertanya-tanya, sebegitu naifkah seorang Prabowo sampai dirinya tidak bisa mengeluarkan pernyataan yang lebih kredibel dan bertanggung jawab untuk disampaikan kepada publik?

Kita mungkin lupa, Prabowo bukanlah sosok anak kemarin sore yang bisa kita ajari tentang data, informasi, dan sekian perkembangan politik global, apalagi tentang Indonesia. Pengetahuan dan pembacan Prabowo tentang Indonesia sudah selesai dari dulu, bahkan dari semua arah dan sisi. Dari dalam hingga luar, dari ujung rambut hingga kaki Indonesia.

Kita melihat, pidato Indonesia bubar adalah puncak dari kerisauan seorang Prabowo. Kerisauan akan masa depan bangsa-negara Indonesia yang saat ini tengah tersandera asing. Kebenaran pidato Indonesia bubar Prabowo satu level dengan kenyataan disparitas dan ketimpangan ekonomi kita.

Bahwa hampir 75% kekayaan alam, khusunya dari sektor tambang telah dikuasai perusahaan asing. Bahwa 50,6 persen sektor perbankan ada di tangan asing. Bahwa industri telekomonikasi kita, 80-90% dikuasai pihak asing. Bahwa,  1 persen orang terkaya di Indonesia menguasai 45,5 persen kekayaan nasional. Bahwa 10 persen orang terkaya di negeri ini menguasai 75 persen kekayaan kita. Dan bahwa utang kita saat ini kepada asing lebih dari 4000 Triliun. Sungguh begitu mengerikan.

Lalu benarkah Indonesia akan bubar? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

Abd. Hannan

Abd. Hannan

Magister Sosiologi, lulusan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya. Email: hannan.taufiqi@gmail.com.