Harapan Masyarakat terhadap Mahasiswa

“Gerakan mahasiswa kerap identik dengan aksi menuntut keadilan dan menyuarakan kritik. Namun, mengabdi dan membagi ilmu ke masyarakat juga jadi peran yang diharapkan masyarakat dari mahasiswa” (Kompas, Senin, 12/2).

Pernyataan tersebut  adalah hasil dari jajak pendapat Kompas kepada 574 responden yang tersebar di 18 kota di Indonesia. Ada rindu yang dirasakan masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa. Jika Soekarno mengatakan berikan saya 10 pemuda untuk mengguncang dunia, maka kehadiran mahasiswa dengan puluhan jumlahnya akan mampu membawa perubahan di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Jumlah kampus di Indonesia saat ini kurang lebih 4.444 lembaga. Tentunya kampus tersebut mempunyai sejumlah mahasiswa. Jika mahasiswa tersebut disebar kepada masyarakat untuk melakukan perubahan sudah pasti akan ada perubahan di masyarakat. Program KKN yang murni akademik saja sudah mampu memberikan sumbangsih, apalagi kegiatan tersebut murni diinisiasi dan dilakukan oleh mahasiswa, misalnya berupa baksos dan semacamnya.

Namun sayang, seringkali kegiatan semacam ini mendapat respons minim dari pemerintah. Kecenderungan prestasi mahasiswa diukur dari keikutsertaanya dalam ajang nasional dan internasional dengan mengantongi juara satu sampai harapan dua. Apresiasi aksi mahasiswa dalam jumlah kolosal kurang mendapat perhatian sehingga pola pembinaan mahasiswa mengalami pergeseran. Mahasiswa yang identik dengan gerakan kemahasiswaan seakan bergeser ke arah bagaimana mengumpulkan piala dan piagam penghargaan sebanyak-banyaknya. Wajar jika kegiatan minat dan bakat serta program kreativitas mahasiswa mendapat porsi yang besar, sementara aksi di luar itu kurang mendapat perhatian.

Menurut saya perlu dilakukan penyeimbangan kegiatan mahasiswa tersebut. Dorongan untuk meningkatkan minat dan bakat mahasiswa di era revolusi industri generasi 4.0 ini patut diapresiasi, namun demikian tugas dan tanggung jawab sosial yang melekat pada mahasiswa juga harus mendapat perhatian serius. Jika ini dilupakan, maka akan terus terjadi kesenjangan antara mahasiswa dan masyarakat yang tidak akan baik dampaknya bagi kehidupan kebangsaan kita.

Masyarakat telah menjawab dengan memberikan angka 46.5% sebagai harapan pada mahasiswa untuk mengabdi dan membagi ilmu kepada masyarakat (Kompas, 12/2). Artinya, ada semacam kerinduan masyarakat terhadap mahasiswa. KKN perlu ditambah dengan kegiatan lain yang harus difasilitasi oleh kampus dan mendapat apresiasi oleh pemerintah. Jika pemerintah serius terhadap ini, maka pembangunan Indonesia dari desa pada era Jokowi-JK ini akan sangat terbantu.

Muhammad Yunus

Muhammad Yunus

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Malang.