Honorarium dan Tantangan Profesionalisme Guru

Kabar menggembirkan untuk Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di wilayah Jawa Timur. Kabarnya Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim merealisasikan pemberian tambahan subsidi honorarium untuk GTT dan PTT sekitar 750 ribu setiap bulannya. Angka yang bisa dibilang kecil namun juga bisa besar dengan status guru dan pegawai yang menerima honorarium dari sekolah (Jawa Pos, 20/1)

Pemberian honorarium itu diberikan kepada GTT dan PTT sebanyak 21.754 orang. Namun untuk tahap awal ini hanya diberikan kepada 4 ribu GTT dan 4 ribu PTT. Hal ini didasarkan pada masa bakti lebih dari 5 tahun, linieritas pendidikan dengan mata pelajaran yang diampuhnya, dan persyaratan lainnya. Hal ini sungguh harus disambut positif mengingat pemerintah provinsi (pemprov) bertanggungjawab terhadap guru tingkat SLTA.

Namun demikian tantangan justru harus diimbangi oleh para guru dan pegawai. Angka 88 miliyar anggaran yang disediakan bukanlah angka yang kecil. Uang APBD pemprov Jatim merupakan uang rakyat yang dikumpulkan oleh pemprov. Oleh karenanya ada beberapa tanggungjawab yang harus dilakukan.

Guru meskipun berstatus sebagai GTT, tetap mempunyai tanggungjawab yang sama dihadapan para siswa. Profesionalitas dan performa harus tidak membedakan mereka yang berstatus tetap (negeri) ataupun tidak tetap. Siswa tidak akan melihat status itu, tetapi siswa akan melihat bagaimana performa mengajar di kelas.

Selain itu, GTT tetap harus melakukan yang terbaik dengan terus melakukan peningkatan profesionalisme berkesinambungan melalui berbagai cara. Misalnya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan pembelajaran dengan metode kekinian. Tidak menutup diri hanya puas dengan apa yang didapatkannya.

Tunjungan adalah ikhtiar pemerintah mendorong kinerja para guru. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk tidak membeda-bedakan perilaku tunjangan kepada setiap guru. Namun status tetap harus diperhatikan. Oleh karenanya, tunjangan tambahan honorarium oleh Pemprov Jatim ini harus dijadikan landasan untuk melakukan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya. Semoga dengan realisasi tambahan subsidi honorarium ini membawa angin segar perubahan mendasar performa mengajar guru khususnya mereka yang berstatus GTT ataupun PTT.

Muhammad Yunus

Muhammad Yunus

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Malang.