Kota Kata, Kota Ekonomi

Ekonomi adalah salah satu elemen penting dalam kehidupan kota. Tanpa ekonomi yang kuat, tentunya sebuah kota akan kehilangan kemandiriannya. Ini artinya perlu untuk membuat sebuah gebrakan ekonomi yang beda dari biasanya, karena akan sangat sulit jika mengharapkan hasil yang berbeda dengan menggunakan cara/konsep yang relatif sama. Apalagi, pasar berubah dengan sangat cepat. Ini dapat berarti bahwa market jauh lebih penting dari pada marketing itu sendiri.

Dalam era kekinian, diketahui bahwa inovasi teknologi merubah cara pandang bisnis konvensional menjadi bisnis berbasis teknologi. Dan yang paling mencengangkan, bahkan kadang tidak terpikir pada masa lampau, yang menembus fakta yang sangat menarik. Sekarang salah satu perusahaan taksi terbesar di dunia, Uber, dengan bahasa tajamnya, tidak memiliki kendaraan. Telebih lagi, Facebook  adalah pemilik media populer terbesar di dunia, tanpa konten. Selanjutnya, Airbnb, penyedia akomodasi terbesar dunia, tanpa memiliki real estate. Adalagi, Bitcoin, dapat dikatakan sebagai bank terbesar di dunia, tapi tanpa uang cash aktual, dan masih ada yang lain.

Fakta-fakta perubahan dalam cara pandang mencapai ekonomi yang ideal ini harus menjadi perhatian khusus. Apalagi jika diabaikan, tentu sangat berbahaya. Masih  jelas dalam ingatan, Nokia, perusahaan telekomunikasi global terbesar saat itu, dan siapapun sangat bangga dan prestise menggenggam handphone besutannya. Namun, berjalannya waktu, perubahan terus terjadi, sedangkan Nokia tidak merespons perubahan secara cepat.

Perusahaan yang memiliki markas di Helsinki Finlandia itu sebenarnya telah gagal sejak 2001, saat Nokia tak bisa mempertahankan peran sebagai inovator utama telepon seluler. Ini terlihat awalnya pada tren telepon seluler dengan model buka tutup (clamshell) dan layar sentuh (touch screen) hingga muncul telepon pintar (smartphone), yang dimulai oleh Blackberry, Iphone dan Samsung, yang pada akhirnya pasar nokia tergerus.

Seperti itulah gambaran bagaimana sebuah kota ekonomi ideal seharusnya. Merespon dengan cepat dan tidak menganggap remeh perubahan, meski terlihat sepele. Penggunaan teknologi modern sangat dibutuhkan dalam upaya memperkuat ekonomi sebuah kota masa kini. Ini mensyaratkan  pembangunan sumber daya manusia yang luar biasa juga.

Setyo Pamuji

Setyo Pamuji

Lulusan Master of Business Administration (MBA) Central China Normal University, Tiongkok. Email: setyopamuji@mails.ccnu.edu.cn.