Lamatut Durori


LAMATUT DURORI,
lahir di Lamongan Jawa Timur. Mengenyam pendidikan dasar di SDN Sumberjo 2 Lamongan. Pada tingkat Tsanawiyah ia memilih menekuni pendidikan berbasis keislaman di Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Kranji Paciran Lamongan. Melanjutkan pendidikan menengah atas di lembaga Al-Ma’had Li Al-Dirasah Al-Diniyah (diniyah formal) pada pesantren yang sama. Selain itu ia juga sempat menimba ilmu di Pesantren Tanwirul Qulub, Sungelebak Lamongan (2009), Pesantren Langitan, Widang Tuban (2011), Pesantren Darul Qalam, Sekapuk Gresik (2012), dan Pesantren Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya (2012-2013). Telah menyelesaikan pendidikan tinggi di UIN Sunan Ampel Surabaya Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sebagai penerima beasiswa Bidikmisi angkatan tahun 2012.

Sejak Aliyah hingga menjadi mahasiswa ia banyak begelut dalam kegiatan sosial kependidikan seperti bakti sosial, charity, volunteer, pelatihan kependidikan, dll. Pada Desember 2013 ia berkesempatan mengikuti Youth Educators Regional Training (YERT) di Malang. Ia juga memilih aktif menjadi pembimbing belajar di general atau private courses di Surabaya. Pada Juni – Oktober 2015 ia berkesempatan menjadi International Guest Teacher di Bamrung Islam School Thailand selatan, dalam program Duta Perguruan Tinggi Indonesia: Teaching Training yang dinaungi Abroad Alumni Association of Southern Border Province Thailand. Sejak November 2012 hingga sekarang ia bergiat di kelompok belajar Laskar Ambisius.

Dari bidang yang di tekuni, lahir beberapa pemikiran yang ia tuangkan dalam tulisan di antaranya penelitian yang diadakan oleh Pusat Penelitian dan Penerbitan LPPM UIN Sunan Ampel Surabaya tentang Krisis Karakter Kebangsaan Dan Tradisi Berbahasa Daerah Di Kampung Inggris Pare Kediri Sebagai Dampak Penggunaan Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Sehari-hari (2014) dan Service Learning Sebagai Model University Community Engagement (Pengembangan service learning oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya di kota Surabaya (2015). Serta opini seputar pendidikan seperti Scientific Approach, Sudah Siapkah Guru? di muat di Koran Madura (November 2014) dan Kesiapan Guru Hadapi K-13 dimuat oleh Suara Karya (Desember 2014).