Membordil Sikap Adil

Menurut al-Baidhawi, adil adalah bersikap moderat dalam segala sesuatu. Tidak berat sebelah. Karenanya, orang begitu berat untuk bersikap adil. M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa seorang yang bersikap adil adalah yang berjalan lurus dan karakternya selalu menggunakan timbangan sama, bukan ukuran ganda.

Coba kita perhatikan di sekitar kita. Betapa banyak orang begitu mudah menuduh murtad terhadap kelompok yang sering berbeda dengan dirinya. Nasehat keagamaan meneberkan kebencian menjalar di mana-mana. Orang memasuki rumah ibadah, bukan mendapat siraman kesejukan, namun kobaran api beperang dengan yang berbeda. Ini semua karena sudah hilang sikap adil.

Adil tidak berat sebelah. Siapapun yang benar, bisa diambil manfaatnya, termasuk dari golongan yang berbeda. Siapapun yang salah, bisa diberi peringatan, termasuk kelompoknya sendiri.

Tidak boleh, sebab bukan golongannya, lalu disalahkan secara membabi buta. Jika kesalahan menghinggapi kelompoknya, maka tanpa kata, dan seolah tak punya bahasa. Jika kelompok orang lain melecehkan sesuatu, maka dikejar hingga masuk penjara. Tapi jika golongannya menghina sesuatu, lagi-lagi tak bernyali, diam seribu bahasa.

Adil menghilangkan kebencian dan menebar kritik yang membangun. Jika memiliki pandangan, bahwa yang berbeda harus disalahkan dan dianggap ancaman, maka hilanglah sikap adil. Orang yang adil, jika mengkritik, pastilah dengan bahasa komunikatif dan santun, tentu bermanfaat untuk semua pihak. Lagi-lagi, orang yang adil, mengkritik kinerja dan perilaku, bukan pribadi. Lembut dalam memberikan wawasan keagamaan kepada orang lain, tapi tegas kepada diri sendiri, itulah sikap adil. Bukan jutru dibalik.

Berislamlah secara adil. Jangan teriak beragama, namun menghilangkan nilai agama. Itu justru merusak tatanan sikap adil—agama itu sendiri. Susan C. Hascall (2014: 310) menegaskan dalam  Islamic Commercial Law and Social Justice: Shari’ah-Compliant Companies, Workers’ Rights, and the Living Wage, bahwa menjadi orang yang adil adalah menjadi orang yang memenuhi cita-cita Islam.

Samsuriyanto

Samsuriyanto

Founder and Director of The Young ASWAJA Scholars Institute (TYAS Institute)