Tendangan Bola Politik Anies Baswedan

Anies bukan pemain bola, tapi ia adalah politisi penendang bola.

Anda yang menyaksikan video pelarangan Anies oleh Paspampres untuk turut bersama dalam penyerahan Piala Presiden 2018 pada Persija di Gelora Bung Karno Jakarta (17/2), tentu mengelus dada. Saya hanya bertanya, mengapa sampai tega, seorang gubernur, yang berkuasa di wiliyah DKI Jakarta, harus menerima perilaku tak menyenangkan di mata publik?

Tak usah berbicara dalam konteks keprotokoleran—apalagi jelas-jelas ada aturan yang mengharuskan pemimpin (tuan rumah) di wilayah itu turut serta bersama presiden, secara etis saja tak elok rasanya kalau tuan rumah tak mendapatkan tempat yang layak di rumahnya sendiri.

Kalau kita mencermati raut muka Anies dalam video tersebut, ada rasa kecewa yang mengembang di dalam dirinya, hanya kebesaran jiwanya melampaui rasa kecewa tersebut. Dengan santai Anies berjalan kembali ke tempat semula. Peristiwa ini setidaknya menandai dengan jelas, kebesaran jiwa seoarang Anies Baswedan. Sosok yang selama ini banyak dikagumi anak-anak muda.

Sikap legawa dari Anies yang tak diizinkan oleh Paspampres, menjadi oase di tengah gilanya rasa hormat para pemimpin, yang belangan ramai dibincangkan akibat revisi UU MD3 dan juga RUU Hukum Pidana. Sikap Anies yang besar jiwanya, menjadi tendangan telak dari dirinya, terhadap anggota legislatif dan pemerintah, yang membuat pasal-pasal anti penghinaan demi menjaga kehormatan dirinya, yang pada bagian lain justru menggerus semangat konsolidasi demokrasi yang sedang kita perjuangkan.

Bukan tak mungkin tendangan Anies tersebut bakal menghasilkan goal besar pada Pilpres 2019 mendatang. Sekarang sudah terasa popularitasnya semakin meningkat, simpati publik pada dirinya terus mengalir. Tentu ini berpotensi besar meningkatkan akseptabilitas, hingga elektabilitas Anies.

Selama ini Anies dinilai sebagai pemimpin muda yang potensial. Kita tentu menunggu hasil kerja Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kalau kerjanya mulus dan memuaskan, bukan tidak mungkin ia maju ke gelanggang politik nasional sebagai Capres RI pada 2019 seperti juga pernah terjadi pada Jokowi sebelumnya. Atau setidak-tidaknya Anies akan menjadi kandidat Cawapres yang sangat potensial memenangkan Pilpres 2019 bersama Capres yang mendampinginya.

Kerja Anies di Jakarta adalah kerja bola politik. Sekali tendangan keras tepat sasaran, goal besar di depan pasti menunggu. Kita lihat saja bagaimana Anies memainkan bola politiknya di tengah hingar-bingar politik menyongsong Pilpres 2019.

Masduri

Masduri

Lulusan filsafat pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya. Email: masduri_as@yahoo.co.id.